Banjarbakula, saat saya mendengar ceritanya

Banjarbakula merupakan Kawasan Strategis Nasional (KSN) yang terdiri dari Banjarmasin, Banjarbaru, Kab. Banjar, Kab. Barito Kuala dan Kab. Tanah Laut. Dasar hukum KSN Banjarbakula adalah Peraturan Pemerintah Nomor 13 tahun 2017: Menetapkan pengembangan kawasan metropolitan Banjarbakula, Rencana Pembangunan Jangka Menengah Nasional (RPJMN) Tahun 2020-2024: Menetapkan pengembangan kawasan metropolitan Banjarbakula dan yang hari ini saya hadiri adalah sosialisasi tentang
Peraturan Presiden Republik Indonesia Nomor 85 Tahun 2024 tentang Rencana Tata Ruang Kawasan Strategis Nasional Kawasan Perkotaan Metropolitan Banjarmasin, Banjarbaru, Banjar, Barito Kuala dan Tanah Laut.

Ya namanya sosialisasi panjang lah, tetapi berkaitan dengan tata ruang, ternyata Banjarbakula panjang ceritanya, bahkan dimulai saat saya sekolah SD kelas 3 yaitu tahun 1996.

Namun beberapa hal yang menarik perhatian saya yang baru tau tentang tata ruang ini adalah :

  • Tata ruang terkait dengan ekonomi, misal, Jalan Lingkar yang kita punya (lingkar utara, lingkar selatan, lingkar tengah) seharusnya dijaga dari kawasan permukiman yang jalannya terhubung langsung dengan jalan lingkar tersebut. Karena jalan lingkar sebenarnya diatur untuk mempercepat arus distribusi barang, ketika semakin banyak jalan-jalan permukiman yang terhubung langsung maka kecepatan alat transportasi akan menurun, dan kecepatan menurun ini akan menyebabkan hambatan terhadap lalu lintas distribusi barang, harga naik, kemudian daya beli masyarakat akan turun, sehingga terjadi inflasi.
  • Pembangunan “icon-icon” daerah seperti Tugu Nol Kilometer, atau Geopark Meratus itu sebenarnya sebuah grand design. Ada perencanaan suatu titik yang menjadi sebuah ciri dan menjadi pembagian landscape sebuah wilayah. Misal dari Tugu Nol Kilometer menuju ke muara sungai martapura ke Sungai Barito adalah sebuah landscape sejarah, yaitu dari muara sebuah kerajaan, ke Makam Sultan Suriansyah dan Mesjid Sultan Suriansyah. Sedangkan dari sisi sebelahnya berarti adalah landscape sebuah wilayah modern. Adapun Geopark meratus yang sedang diusahakan menjadi Geopark Global Unesco adalah usaha untuk memperluas “pemasaran” Kalimantan Selatan ke dunia luar. Kemudian bagi wilayah Banjarbaru misalnya, sebagai pintu gerbang ke Geopark Meratus bisa membranding diri sebagai “Geopark City”, sehingga wilayah-wilayah di Kalimantan Selatan punya branding masing-masing yang menjadi arah pembangunan untuk mengoptimalkan sumber daya non ekstraksi, berusaha melepaskan diri dari ketergantungan terhadap eksploitasi sumber daya alam.
  • Pembangunan yang dilaksanakan haruslah bersesuaian dengan RPJPN, RPJMN bahkan dengan Asta Cita Presiden dan Wakil Presiden 2024-2029. Salah satu hal yang berkaitan erat dengan wilayah Kalimantan Selatan khususnya di KSN Banjarbakula adalah masalah “Swasembada Pangan dan Energi”. Pembangunan KSN Banjarbakula harus benar-benar dijaga dan diawasi sehingga pembagian wilayahnya yaitu Kawasan Perkotaan Inti dan Kawasan Perkotaan di sekitarnya, tetap ada jalur yang mempertahankan wilayah pertanian. Wilayah pertanian ini adalah modal sebagai lumbung pangan yang selama ini disematkan di Kalimantan Selatan. Apalagi ada tugas dan visi kedepan bahwa kalsel harus menjadi penyangga pangan Ibu Kota Nusantara (IKN). Sementara kebutuhan permukiman tentu semakin besar dan menjadi godaan luar biasa bagi pemilik lahan pertanian di sepanjang jalur Banjarbakula.

Dan kesimpulan dari apa yang saya dengar hari ini adalah, setiap langkah pembangunan itu harus melalui suatu perencanaan yang panjang dan mendalam wkawkawkaw. Luar biasa.

  • October 29, 2024