Kisah Pintu Geser
Bulan-bulan ber-ber-an seperti September, Oktober sekarang ini pasti kenangan facebook saya akan menampilkan foto-foto pada saat kegiatan seleksi CPNS atau PPPK. Ya, kan dulu saya 13 Tahun 11 Bulan bekerja di instansi yang menangangi manajemen kepegawaian di Kabupaten Barito Kuala.
Kalau ada yang saat ini sedang atau akan tes CPNS atau PPPK saya doakan semoga lulus dan bisa mengabdikan diri dengan baik sebagai aparatur sipil negara, yang harus punya semangat “Bangga Melayani Bangsa”.
Dulu ketika zaman-zaman seleksi CPNS, saya sering dimintai tolong buat bikin spanduk-spanduk sebagai ciri saat itu yang sedang berlangsung adalah dari Kabupaten Barito Kuala. Kalau spanduk “Selamat Datang di xxxxxx….” ya biasa lah, kadang-kadang kalau iseng saya bikinkan kata-kata mutiara wkakwakwakw.
Untuk urusan bikin spanduk, saya harus mengucapkan terima kasih yang setinggi-tingginya untuk Bapak Jaswadi yang mengajari saya menggunakan Adobe Photoshop pada tahun 2007. Saat itu permintaan saya kepada beliau sederhana saja “Pak, lajari ulun beolah photoshop supaya bisa menatak gambar, dan meandaki tulisan”. wakwkawkakww. Ya karena saat itu keperluan saya hanya untuk membuat header website, jadi ya asal bisa menggabung-gabung memotong-motong foto dan menambahkan tulisan cukup lah sudah ilmu photoshop saya. wkkwkwkkakww.
Kenangan yang muncul di beranda facebook saya ternyata adalah gambar ini

Ya, saat itu tahun 2021 berarti masih zaman-zaman covid lah, makanya pesannya adalah menggunakan masker. Tapi cerita sebenarnya adalah pada kata-kata “Kayapalah cara membuka lawang nih?” (Bagaimana cara membuka pintu ini?”). Kata-kata tersebut terinspirasi dari kisah berikut ini :
Suatu hari, saya diajak oleh atasan saya untuk menghadap kepada Bupati, Hj. Noormiliyani, AS. Waktu itu berarti sekitar september-oktober 2021 kejadiannya. Waktu itu yang jelas saya belum begitu sering menghadap beliau dan saya yakin beliau juga masih tidak familiar dengan saya wkawkakwaw.
Hari itu dibawa menghadap ke ruang kerja beliau di rumah dinas jabatan, yang sering kami sebut di “Kediaman”. Ruangannya berbentuk persegi panjang dengan nuansa dominan putih, ada tv besar di sisi kiri dan meja kerja beliau disisi kanan. pintu nya ada di antara meja kerja beliau dengan sofa tamu. Waktu itu susunannya kira-kira seperti ini : Beliau, kepala BKD, atasan saya, saya, lalu ada pintu, setelah pintu baru meja kerja beliau.
Ya materi substansi pertemuan itu jelas tentang urusan kepegawaian, setelah beberapa waktu akhirnya pertemuan berakhir dan kami siap meninggalkan ruangan.
Sebagai manusia yang duduknya dekat pintu, saya pun berinisiatif untuk bergerak terlebih dahulu untuk membuka pintu tersebut. Karena waktu itu di dalam cuma ada kami, tidak ada ajudan beliau. Setelah berdiri saya coba mendorong pintunya..setttt…tidak bergerak, saya coba tarik pintunya…setttt..keras juga tidak bergerak. Lah, saya jadi panik, ini pintunya kenapa, apa pintunya dikunci dari luar oleh ajudan atau bagaimana. Semuanya pada terdiam dan seolah menunggu saya membuka pintu, akhirnya tanpa sadar saya pun berucap “Kayapalah membuka lawang nih?” (Bagaimana ya cara membuka pintu ini?) dan langsung dijawab oleh Bunda dengan nada heran, “Hah?….DIIII..GEEEEE…SEEEEER” ucap beliau. dan mereka semua di ruangan itu pun tertawa. Mungkin beliau heran kok saya tidak tau cara membuka pintu tersebut wkawkakwakw.
Dari kejadian tersebutlah ide kata-kata di spanduk diatas.

Recent Comments