Bunda Noormliyani dan Air Rendaman Tinta (5)

Cerita ini terjadi pada bulan April Tahun 2022. Diketinggian kota Jakarta. Cerita ini pernah saya tuliskan distatus Facebook saya waktu itu dengan bahasa aslinya, bahasa banjar. Kali ini akan saya translate ke Bahasa Indonesia.

Malam itu setelah mengetik beberapa puluh baris, dokumen itu rencananya akan diprint. Waktu itu malam bulan ramadhan, dan sudah cukup larut malam, bahkan mall saja sudah tutup saat itu. Ketika akan memprint, saya bertanya “Ada printernya gak”? Lalu diambilkanlah sebuah printer HP Deskjet yang sudah seri lama, katanya printer ini sudah 1-2 tahun tidak pernah digunakan. Jelaslah sudah otak prakom akan mendiagnosa ini pasti tintanya akan macet, dan benar saja ketika diprint tidak ada setitik tinta pun yang menetes.

Saya kemudian berinisiatif mencari piring kecil dan air panas, teman-teman lain sedang merokok di luar, kemudian saya duduk dan beliau juga duduk didekat saya. Begitu catridge printer direndam, maka berubahlah air panas dalam piring kecil itu menjadi kehitaman. Ini adalah proses mencairkan tinta yang beku menurut ilmu-ilmuan saya wakwkakw.

Bertanyalah beliau, “Diapain itu?” saya jelaskan ini proses untuk mencairkan tinta yang beku didalam catridge dengan harapan nanti bisa dipakai lagi. Karena iseng saya sambung pernyataan diatas dengan kata-kata “ini air rendanam tinta, jadi air ini tidak bisa diminum, kalau mau minum itu bisa air teh, air kopi, nah itu baru bisa dimimun, kalau ini jangan, ini tidak bisa” jelas saya kepada beliau. Beliau yang entah sedang memikirkan apa cuma berguman “oooohhh..iya…iya” Lalu sedetik kemudian sambil tertawa beliau berkata “Waaaaahhhh, kamu ini ngerjain saya ya” sambil memukul-mukul tangan saya untuk piring air tinta itu tidak terbalik wkakwakwkaw.

  • September 25, 2024