Terima Kasih, album musik AI
Setelah mengerjakan 12 lagu sejak 19 Maret 2025 s.d 5 April 2025 akhirnya seluruh materi lagu yang akan diterbitkan dalam album “Terima Kasih” ini selesai juga. Album ini merupakan album musik yang dihasilkan dari AI alias Artificial intelligence (AI) isĀ a technology that allows machines to mimic human-like intelligence.
Mengapa musik dan khususnya sebuah “album” jadi salah satu obsesi saya? wkawakwkaw. Begini ceritanya. Ketika saya SMP (2000-2003) sedang booming-boomingnya musik Indonesia yang seingat saya ditandai dengan kehadiran Sheila on 7. Saat musik-musik itu digandrungi kami-kami pelajar ini, lalu mulai familiar dengan alat-alat musik. Gitar adalah salah satunya yang jadi primadona, siapa yang bisa main gitar wah dianggap luar biasa. Saya sempat belajar gitar tapi waktu itu chord nya terbatas, saya masih ingat cuma bisa main chord : A, Am, C, D, E, Em, Dm, F, dan G, sisanya B dan lain-lainnya tidak bisa. dan perbendaharaan chord saya sejak itu sampai saat ini tidak bertambah wkwkkakwaw.
Berhubung keterampilan saya main gitar tidak berkembang akhirnya saya memilih jadi drumer saja, dengan pertimbangan bermain drum itu tidak perlu kunci-kuncian wkawkawkaw. Tentu saja keterampilan saya main drum cuman otodidak alias tidak belajar khusus, hanya mengandalkan feeling dan tentunya lagu-lagu slow saja.
Pengalaman naik panggung dimulai dari perpisahan kelas 3 SMP tahun 2003, waktu itu sedang booming-boomingnya “mimpi yang sempurna” nya Peterpan wkawakw. Kemudian berlanjut di 2004 diajak kawan-kawan baru di SMA yang lagi-lagi tampil dengan lagu “mimpi yang sempurna” wkawkakw. Setelah itu saya sempat 2x naik panggung lagi diajang festival, mungkin tahun 2006 dan 2008 dengan Band komplek saya, lagunya 2006 adalah Sepi Gelisah-Ungu dan 2008 itu lagu Munajat Cinta – TRIAD.
Selain dengan Band sekolah dan Band Komplek, saya juga pernah bermain sebagai drumer di Band keluarga, yaitu band yang dibuat oleh paman saya sendiri, namanya F# Band (baca : Fiz Band), sempat tampil rasanya 1x di festival di Marabahan lalu kemudian band ini fokus dengan membuat lagu sendiri. Sekitar tahun 2003-2006 itu memang juga sedang booming-boomingnya band indie Kalsel, khususnya di Banjarmasin. Band seperti Yona, 9PM, kakarabizil, dan yang jadi pioner album indie bagi kami itu adalah The April sedang jaya-jayanya.
Maka dari itu kami pernah merekam album F# Band dengan lagu-lagu yang diciptakan paman saya sendiri di Banjarmasin, mungkin sekitar 2004 atau 2005 saya lupa. Rekaman pertama di Studio Menara, Jln Sutoyo S Banjarmasin, namun hasilnya kurang memuaskan, kemudian kami rekaman ulang di Monster Studio, Jln Bali, Banjarmasin. Hasilnya lebih baik dari yang di studio menara. Sayangnya waktu itu tak tahu caranya untuk memasukkan ke radio-radio. Karena waktu itu masih dalam bentuk pita (kaset) dan beberapa copyanya hilang, sampai hari ini saya tidak pernah berhasil menemukan sisa-sisa rekaman itu lagi.
Sejak saat itu hingga saat ini, membuat obsesi saya terhadap membuat lagu itu terus bergelora. Namun demikian tentu keterbatasan saya adalah saya bukan pemain gitar atau keyboard yang ahli memainkan chord dan menciptakan lagu, hingga tiba saatnya pada zaman AI itu tersedia tools untuk membuat lagu sendiri tanpa perlu keahlian menyusun chord atau sound engineering untuk merekamnya.

Melalui pencarian di Google, akhirnya saya menemukan situs untuk membuat lagu sendiri dengan lirik yang kita tulis dan AI akan membuatkan musiknya untuk kita, yaitu https://musichero.ai/id/app dan https://suno.com/home. Dari kedua “studio” itulah akhirnya saya membuat 12 lagu yang dihimpun dalam album “Terima Kasih” ini. Sekedar ingin memuaskan hati saja wwkawakwaw.

Recent Comments