Rumpiang, Facebook, Lagu Upacara, dan Foto (3)
Episode ketiga ini adalah cerita yang membuat saya yakin beliau adalah orang yang lebih suka mencari solusi daripada membahas masalah. Kejadiannya saya jelas lupa, mungkin saya update kalau muncul kenangannya di facebook, karena seingat saya, saya menjadikannya status waktu itu.
Antara tahun 2013-2017, yang jelas saat priode kedua beliau sebagai bupati, dan ketika saya masih rajin apel senin wakwkawkawka.
Seperti biasa apel senin, ada sesi menyanyikan lagu nasional, lagu perjuangan, misalnya garuda pancasila, maju tak gentar dll. Waktu itu ada pengiring musiknya pakai keyboard. Entah pakai paduan suara atau tidak, saya agak lupa.
Awalnya baik-baik saja, tiba-tiba musiknya (keyboardnya) mati, hilanglah musiknya, sisa suara sedikit penyanyinya (atau malah cuma sisa suara dirigen, saya lupa persisnya). Peserta pun pada menggunam, knp-knp, suaranya tidak bagus dan lain-lain.
Lalu apa yang beliau lakukan? kebetulah hari itu beliau adalah pembina apelnya. Ternyata beliu mulai menyanyi, di mic beliau, yang akhirnya mau tidak mau seluruh peserta apelpun sadara, tidak lagi berisik bergunam mengeluh dan perbuatan sia-sia lainnya, wkakwakw, kami semua akhirnya ikut bernyanyi, menyanyikan lagu nasional itu, walau tanpa iringan alat musik. Dan lagu nya pun akhirnya selesai.
Ya, mungkin sederhana saja, setiap orang juga bisa, tapi ketika itu terjadi, kita jadi tahu bahwa beliau memberikan teladan secara langsung bahwa tidak perlu ribut-ribut mengeluh, cukup gunakan suara masing-masing, lagunya akan selesai juga.
Terima kasih Bapak atas contoh teladannya.

Recent Comments