Rumpiang, Facebook, Lagu Upacara, dan Foto (2)
Di tulisan sebelumnya sudah diceritakan tentang saya, pa hasan dan jembatan rumpiang. Kali ini di episode masih tentang beliau, saya akan bercerita tentang tragedi Facebook. Tahun itu sekitar tahun 2010an mungkin atau 2011 saya agak lupa, yang jelas saya sudah menjadi pegawai negeri di Pemerintah Kabupaten Barito Kuala.
Suatu hari, pa birin memanggil kami ex. tim ICT Batola, yang saya ingat ada saya, arya, habibie, Zubay dan hery kurus. Kami dipanggil untuk segera berkumpul ke kediaman, rumah dinas jabatan bupati batola. Saat itu beliau (pa hasan) masih menjalani priode pertama sebagai bupati batola.
Saya datang tanpa tahu ada masalah apa, yang saya ingat banyak sepeda berserakan di depan garasi beliau, teman-teman akbar anak beliau yang masih SD wkkwkwkw. Ketika sudah berkumpul akhirnya kami mendapat briefing : hp bapak hilang, facebook beliau di hek, mengupload foto tidak senonoh. Perintahnya : bereskan.
Pikiran kami tentu saja, waduh lewat mana ini. Secara otak belum panjang, dan kami cuma “terlebih dahulu” menggunakan facebook, bukan expert dalam urusan seperti ini. Cukup lama berjibaku dengan cara-cara yang kami sendiri tidak yakin bagaimana bisa login kembali ke facebook beliau. Ketika ditanya “pa, email nya apa?, passwordnya tahu lah pian? (passwordnya bapak tau gak?)”, dijawab “nah itu kada ingat, ibu yang meolahkan (nah itu lupa, ibu (istri beliau) yang membuatkan”.
Lalu dengan apa lagi kami bisa menyelamatkan akun facebook beliau? wkakwakw. Sampai keluar ide meminjam ktp beliau untuk di foto, dan mengirim ke email facebook melaporkan bahwa akunnya di reset atau di hapus sekalian, ya menghubungi facebook via email wwkakwakw yang entah akan di buka atau tidak kami pun tidak tau.
Lalu setelah mengubek-ubek halaman login facebook, terceletuklah “jaka nomor hp sidin nih aktiflah, kawa kita mereset password nya lewat nomor hp, kena kode resetnya dikirim ke hp sidin” (seandainya nomor hp beliau ini aktif tidak hilang, mungkin kita bisa minta kode reset passwordnya ke hp beliau). Ya arya dan saya pun dengan setengah putus asa memasukkan nomor hp beliau ke form reset berkali-kali.
Tiba-tiba beliau muncul ke belakang, dekat kami yang sedang berkerumun didepan laptop dikamar ajudan, dengan memakai singlet putih tanpa lengan, dengan sarung, ya santai sekali beliau dirumah wkakwawkaw. Kami pun sampaikan pertanyaan tentang hp beliau itu, “jaka ada nomor hp pian pak ai kawa ai di reset nih passwordnya (kalau ada no hp bapak, bisa sebenarnya di reset password nya)”. Lalu apa jawab beliau? “ada ai hp nya di tangan ku, dari tadi ada ai masuk kode-kode ke sms tapi aku kada paham apa itu (ada saja hp nya dengan saya, dari tadi ada kode-kode sms tapi saya tidak ngerti apa itu)” Langsung dengan semangat kami bertanya “Mana pak, melihat pang smsnya (mana pak, kami cek sms nya)”. Beliau pun kembali mengambil hp nya, waktu itu hp nya adalah blackberry yang terbaru, yang saya pun lupa seri berapa. Yang jelas BB itu baru keluar dan saya pertama memegang dan sampai BB lenyap dimuka bumi saya tak pernah memegang BB itu lagi wkawkakaw.
Ya, ternyata ada sms kode reset passwordnya disana, rupanya ketika hp itu hilang, namanya Bupati itu langsung di urus donk ke provider untuk memakai kembali nomor hp yang lama, yang tidak pernah ada dipikiran kami wakwkaw, kalau hp hilang, atau nomor hangus tinggal buang beli baru wakwkawkaw. pasti beda lah dengan beliau yang pejabat penting, yang no hp nya juga sangat penting.
Setelah dimasukkan kode resetnya, login ke facebook, holaaaaa…berhasil, dan tinggal delete foto yang tidak senonoh itu, selesai lah tugas kami wkakwakawaw.
Kalau tidak salah ingat, kami disana dari pagi, sampai lewat tengah hari wkawkakakw. Ah seandainya kami tahu no hp beliau aktif saja ditangan beliau, mungkin lebih cepat selesainya wkawkakakw. Itulah tragedi facebook bersama beliau yang saya ingat sampai sekarang.

Recent Comments